Sabtu, 19 November 2011

SMA IS THE COME

Lagu ini oleh-oleh dari siswa pindahan dari pesantren dan kemudian di ajarkan di ambalan . bagi kakak yang punya lagu ini izin ya saya posting di blog ini. semoga kita tetap satu ( satu pramuka ) dan tetap jaya .

berkut lirikinya

" Ram ......
Pare raram ....pare raram 
SMA is the come
is coming to you again 
tatap matanya seperti elang
menghancurkan semua musuh yang datang 
tak perduli siapapun yang menghadang
kami datang lagi - kami datang lagi 
dari ......
pasukan hitam ....hitam.....hitam.....hitam......hitam


kanan kiri atas bawah ...bawah
kanan kiri atas bawah ...bawah 
tujuan kita adalah jadi juara 


kanan kiri atas bawah ...bawah
kanan kiri atas bawah ...bawah 
tujuan kita adalah dapat piala


MENABUR BUNGO ( ACEH )


( Dari Lagu Aceh : " nada Kisah barosai aceh ")
Judul Lagu : Menabur Bungo
Dibuat : Tahun 2007
Pencipta : Dedi Sulaiman

Lirik Lagu :

" Konon Kisah Di Rantau Rasau
Anak Pramuka tenggelam di teluk serdang
balek bekemah bekemah
ditengah jalan tenggelam
tenggelam di sungai serdang di teluk serdang



Kami semua anak pramuka
Tanjung Jabung Timur Kota Betuo
Turut bersedih bersedih
mengenang kisah lamo
kisah nan pili nan pili menyayat hati.

menabur bungo bawah jembatan
di atas sungai yo kita menabur bungo
membaco yasin oh yasin
mohon perlindungan Allah
moga - moga segalonyo di trimo Allah

Menabor bungo di senjo hari
Kito merenung apo yang t'lah terjadi
mengharap ridho Ilahi
kita yang ditinggalkan
jangan bersedih oh jangan ...... jangan bersedih

HARI-HARI YANG PERLU DIINGAT

Januari
1 Januari : Hari Perdamaian Dunia
1 Januari : Tahun Baru
3 Januari : Hari Departemen Agama
5 Januari : Hari Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL)
5 Januari : Hari Ulang Tahun Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
10 Januari : Hari Ulang Tahun Partai Demokrasi Indonesia (PDI)
15 Januari : Hari Peristiwa Laut dan Samudera
25 Januari : Hari Gizi & Makanan
25 Januari : Hari Kusta Internasional
31 Januari : Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU)

Februari
5 Februari : Hari Ulang Tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
5 Februari : Hari Peristiwa Kapal Tujuh
9 Februari : Hari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
9 Februari : Hari Kavaleri
13 Februari : Hari Persatuan Farmasi Indonesia
14 Februari : Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA)
19 Februari : Hari KOHANUDNAS
22 Februari : Hari Istiqlal
28 Februari : Hari Gizi Nasional Indonesia

Maret
1 Maret : Hari Kehakiman Indonesia
1 Maret : Hari Peristiwa Serangan Umum di Jogyakarta
6 Maret : Hari KOSTRAD
8 Maret : Hari Wanita Internasional
9 Maret : Hari Musik Nasional
10 Maret : Hari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI)
11 Maret : Hari Surat Perintah 11 Maret (SUPERSEMAR)
14 Maret : Hari Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
18 Maret : Hari Arsitektur Indonesia
23 Maret : Hari Meteorologi Sedunia
24 Maret : Hari Peringatan Bandung Lautan Api
27 Maret : Hari Women International Club (WIC)
30 Maret : Hari Film Indonesia











April
1 April : Hari Bank Dunia
6 April : Hari Nelayan Indonesia
7 April : Hari Kesehatan Internasional
9 April : Hari Penerbangan Nasional
15 April : Hari Zeni
16 April : Hari KOPASSUS (Komando Pasukan Khusus)
18 April : Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika
19 April : Hari Pertahanan Sipil (HANSIP)
21 April : Hari Kartini
22 April : Hari Bumi
24 April : Hari Angkutan Nasional
24 April : Hari Solidaritas Asia-Afrika
27 April : Hari Permasyarakatan Indonesia

M e i
1 Mei : Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat
1 Mei : Hari Buruh Sedunia
2 Mei : Hari Pendidikan Nasional
3 Mei : Hari Surya
8 Mei : Hari Henry Dunant
5 Mei : Hari Lembaga Sosial Desa (LSD)
11 Mei : Hari POM - TNI
17 Mei : Hari Buku Nasional
19 Mei : Hari Korps Cacat Veteran Indonesia
20 Mei : Hari Kebangkitan Nasional
21 Mei : Hari Peringatan Reformasi

Juni
1 Juni : Hari Lahir Pancasila
1 Juni : Hari Anak-anak Sedunia
3 Juni : Hari Pasar Modal Indonesia
5 Juni : Hari Lingkungan Hidup Sedunia
17 Juni : Hari Dermaga
22 Juni : Hari Ulang Tahun Kota Jakarta
24 Juni : Hari Bidan Indonesia
26 Juni : Hari Anti Narkoba Sedunia
29 Juni : Hari Keluarga Berencana Nasional

Juli
1 Juli : Hari Bhayangkara
1 Juli : Hari Anak-anak Indonesia
5 Juli : Hari Bank Indonesia
9 Juli : Hari Satelit Palapa
12 Juli : Hari Koperasi
22 Juli : Hari Kejaksaan
23 Juli : Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
29 Juli : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara

Agustus
5 Agustus : Hari Dharma Wanita Indonesia
8 Agustus : Hari Ulang Tahun ASEAN
10 Agustus : Hari Veteran Nasional
13 Agustus : Hari Peringatan Pangkalan Brandan Lautan Api
14 Agustus : Hari Pramuka
17 Agustus : Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
18 Agustus : Hari Konstitusi Republik Indonesia
19 Agustus : Hari Departemen Luar Negeri Indonesia
21 Agustus : Hari Maritim Nasional
24 Agustus : Hari Televisi Republik Indonesia (TVRI)

September
1 September : Hari Polisi Wanita (POLWAN)
3 September : Hari Palang Merah Indonesia (PMI)
8 September : Hari Aksara
8 September : Hari Pamong Praja
9 September : Hari Ulang Tahun Partai Demokrat
9 September : Hari Olahraga Nasional
11 September : Hari Radio Republik Indonesia (RRI)
17 September : Hari Perhubungan Nasional
24 September : Hari Tani
27 September : Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)
28 September : Hari Kereta Api
29 September : Hari Sarjana Indonesia
30 September : Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI

Oktober
1 Oktober : Hari Kesaktian Pancasila
5 Oktober : Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI)
9 Oktober : Hari Surat Menyurat Internasional
14 Oktober : Hari Pangan Sedunia
15 Oktober : Hari Hak Asasi Binatang
16 Oktober : Hari Parlemen Indonesia
20 Oktober : Hari Ulang Tahun Golongan Karya
24 Oktober : Hari Dokter Indonesia
24 Oktober : Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
27 Oktober : Hari Penerbangan Nasional
27 Oktober : Hari Listrik Nasional
28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda
30 Oktober : Hari Keuangan







November
3 November : Hari Kerohanian
10 November : Hari Pahlawan
10 November : Hari Ganefo
12 November : Hari Kesehatan Nasional
14 November : Hari Brigade Mobil (BRIMOB)
21 November : Hari Pohon
22 November : Hari Perhubungan Darat
25 November : Hari Guru

Desember
1 Desember : Hari AIDS Sedunia
1 Desember : Hari Artileri
9 Desember : Hari Armada
9 Desember : Hari Korupsi
10 Desember : Hari Hak Asasi Manusia
12 Desember : Hari Transmigrasi
15 Desember : Hari Infanteri
19 Desember : Hari Trikora
22 Desember : Hari Ibu
22 Desember : Hari Sosial
22 Desember : Hari Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD)

PENJELASAN DAN PENJABARAN DASA DARMA


    Pokok-pokok Pengertian

  1. Dasadarma adalah ketentuan moral. Karena itu, Dasadarma memuat pokok-pokok moral yang harus ditanamkan kepada anggota Pramuka agar mereka dapat berkembang menjadi manusia berwatak, warga Negara Republik Indonesia yang setia, dan sekaligus mampu menghargai dan mencintai sesame manusia dan alam ciptaan Tuhan Yang Mahaesa.
  2. Republlik Indonesia adalah Negara hukum yang berdasarkan falsafah Pancasila, Karena itu, rumusan Dasadarma Pramuka berisi penjabaran dari Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari.
  3. Dasadarma yang berarti sepuluh tuntunan tingkah laku adalah sarana untuk melaksanakan satya (janji, ikar, ungkapan kata haaati). Dengan demikian, maka Dasadarma Pramuka pertama-tama adalah ketentuan pengamalan dari Trisatya dan kemudian dilengkapi dengan nilai-nilai luhur yang bermanfaat dalam tata kehidupan.

      Pokok-pokok Pengertian

    1. Dasadarma adalah ketentuan moral. Karena itu, Dasadarma memuat pokok-pokok moral yang harus ditanamkan kepada anggota Pramuka agar mereka dapat berkembang menjadi manusia berwatak, warga Negara Republik Indonesia yang setia, dan sekaligus mampu menghargai dan mencintai sesame manusia dan alam ciptaan Tuhan Yang Mahaesa.
    2. Republlik Indonesia adalah Negara hukum yang berdasarkan falsafah Pancasila, Karena itu, rumusan Dasadarma Pramuka berisi penjabaran dari Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari.
    3. Dasadarma yang berarti sepuluh tuntunan tingkah laku adalah sarana untuk melaksanakan satya (janji, ikar, ungkapan kata haaati). Dengan demikian, maka Dasadarma Pramuka pertama-tama adalah ketentuan pengamalan dari Trisatya dan kemudian dilengkapi dengan nilai-nilai luhur yang bermanfaat dalam tata kehidupan.

        Penjelasan masing-masing Darma

      1. Darma pertama: Takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa
        Pendahuluan
        Apa yang tercantum di dalam Trisatya tentang menjalankan kewajiban terhadap Tuhan dan yang terdapat dalam Dasadarma pertama sudah harus sedikit dibedakan bahwa:
        Di dalam Trisatya, ungkapan itu merupakan janji (ikrar) seseorang yang diresapkan dalam hati atau dirinya sedangkan dalam hati atau dirinya sedngkan yang ada di dalam Dasadarma pertama adalah perwujudannya secara kongret dalam tingkah laku ataupun sikapnya,
        Atau dengan kaata lain yang ada di dalam Trisatya itu merupakan sesuatu yang ada di dalam batin dan yang terdapat di dalam darma adalah yang tampak lahiriah. Oleh karena itu yang terdapat di dalam Dasadarma bukanlah suatu pengulangan, tetapi penekan

      2. Pengertian
        1.Takwa
        1. Pengertian takwa adalah bermacam-macam, antara lain: bertahan, luhur, berbakti, mengerjakan yang utama dan meninggalakan yang tercela, hati-hati, terpelihara, dan lain-lain.
        2. Pada hakekatnya takwa adalah usaha dan kegiatan seseorang yang sangat utama dalam perkembangan hidupnya. Bagi bangsa Indonesia yang berketuhanan Yang Mahaesa, yang menjadi tujuan hidupnya adalah keselamatan, perdamaian, persatuan dan kesatuan baik didunia maupun dikhirat, Tujuan hidup ini hanya dapat dicapai semata-mata dengan takwa kepada Tuhan Ynag Mahaesa, yaitu:
        1. Bertahan terhadap godaan-godaan hidup, berkubu dan berperisal untuk memelihara diri dari dorongan hawa nafsu.
        2. Taat melaksanakan ajaran-ajaran Tuhan, mengerjakan yang baik dan berguna serta menjauhi segala yang buruk dan yang tidak berguna bagi dirinya maupun bagi masyarakat serta seluruh umat manusia.
        3. Mengembalikan, menyerahkan kepada Tuhan segala darma bakti dan amal usahanya untuk mendapatkan penilaian; sebagaimana Tuhan menghendaki sikap ini merupakan sikap seseorang kepada pribadi lain yang dianggap mengatasi dirinya, bahkan mengatasi segala-galanya, sehingga seseorang menyatakan hormat dan baktinya, serta memuji, meluhurkan dan lain-lain terhadap pribadi lain yang dianggap Mahaagung itu,
        2. Tuhan
        Di sini kita dapat mencoba memahami pengertian kita tentang Tuhan baaik berpangkal dari kemanusiaan yang antara lain dianugerahi akal budi, maupun dari wahyu Tuhan sendiri yang terdapat dalam kitab suci yang diturunkan kepada kita melalui para Nabi/ Rosul.
        1. Dari segi kemanusiaan (akal budi), Tuhan adalah zat yang ada secara mutlak yang ada dengan. Zat yang menjadi sumber atau sebab adanya segala sesuatu di dalam alam semesta (couse prima atau sebab pertama).
        Karena itu, Dia tidak dapat disamakan atau dibandingkan dengan apa saja yang ada. Dia mengatasi, melewati, dan menembus segala-galanya.
        2. Dari wahyu Tuhan sendiri yang dianugerahkan kepada kita melalui firman atau sabdaNya di dalam Kitab suci, kita dapat mengetahui bahwa Dia adalah pencipta Yang Maha Kuasa, Maha Murah, lagi Maha Penyayang Tuhan menjadikan alam semesta termasuk manusia tanpa mengambil suatu bahan atau menggunakan alat. Hanya kaarena afirman-Nya, alam semesta ini menjadi ada. Yang semula tidak ada menjadi ada, dari tingkat yang paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi dan luhur. Dari yang tiada bernyawa kepada yang bernyawa dan berjiwa, Dari hasil karya Tuhan itu, kita dapat mengenal segala macam sifat Tuhan yang melebihi dan mengatasi apa yang terdapat di dalam alam semesta ini, terutama dari wahyu Tuhan sendiri. Kita juga dapat memahami kegaiban Tuhan. Oleh karena itu, kita tidak dapat membandingkan zat kodrat sifat Ilahi dengan yang ada dalam ala mini. Hal ini juga termasuk dengan sifat Tuhan Yang Mahaesa. Namun sebagai insane manusia, kita akan berusaha memahami apa arti esa pada Tuhan itu.
        3. Esa= satu/tunggal.
        Maksudnya bukanlah “satu” yang dapat dihitung. Satu yang dapat dihitung adalah satu yang dapat dibagi atau disbanding-bandingkan. Maka, satu atau esa pada Tuhan adalah mutlak. Satu/tunggal yang tidak dapat dibagi-bagi dan dibandingkan.
        “Tiada Tuhan selain Allah”.

        3. Berbicara tentang pengertian taakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa tidak dapat dipisahkan daari pengertian moral, budi pekerti, dan akhlak.
        Moral, budi pekerti atau akhlak adalah sikap yang digerakan oleh jiwa yang menimbulkan tindakan dan perbuatan manusia terhadap Tuhan, terhadap sesamamanusia, sesame makhluk, dan terhadap diri sendir. Akhlak terhadap Tuhan Yang Mahaesa meliputi cinta, takut, harap, syukur, taubat, ikhlas terhadap Tuhan, mencintai atau membenci kare Tuhan. Akhlak terhadap Tuhan Yang Mahaesa mengandung unsure-unsur takwa, berimankepada Tuhan Yang Mahaesa, dan berbudi pekerti yang luhur.
        Akhlak terhadap sesame manusia atau terhadap masyarakat mencakup berbakti kepada orang tua, hubungan baik antara sesame, malu, jujur, ramah, tolong menolong, harga menghargai, memberi maaf, memelihara kekeluargaan, dan lain-lainnya. Akhalakterhadap sesame manusia mengandung unsur hubungan kemanusia mengandung unsure hubungan kemanusiaan yang baik akhlak terhadap sesama akhluk Tuhan yang hidup ataupun benda mati mencakup belas kasih, suka memelihara, beradab, dan sebagainya,
        Akhlak terhadap sesame makhluk Tuhan mengandung unsure peri kemanusiaan.
        Akhlak terhadap diri sendiri meliputi: memelihara harga diri, berani membela hak, rajin tanggungjawab, menjauhkan diri dari takabur, sifat-sifat bermuka dua sifat pengecut, dengki, loba, tamak, lekas putus asa, dan sebagainya.
        Akhlak terhadap diri sendiri mengandung unsure budi pekerti yang luhur, berani mawas diri, dan mampu menyesuaikan diri.

        3. Pelaksanaan
        1. Sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka yang mengarahkan anak didik menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, dan juga karena falsafah hidup bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila, maka sudahseharusnyalah iman kepada Tuhan dari masing-masing anak didik itu diperdalama dan diperkuat.iman anak didik kepada Tuhan itu bellum cukup kalau hanya kita berikan pengajaran lisan/tertullis tanpa ada perwujudan kongkret dalam tingkah lakkku kehidupan anak didik.
        Maka, apa yang diimani dari agama dan kepercayaan tentang Tuhan haruslah dijabarkan dalam sikap hidupnya yang nyata dan dapat dirasakan oleh llingkungannya, karena itu akan terdapat kepicangan apabila Gerakan Pramuka hanya dapat mengemukakan ajaran tentang takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa ini, tetapi kurang memberikan bimbingan dan kesempatan kepada peserta didik untuk melaksanakan darmanya yang pertama ini. Untuk mewujudkan cita-cita Gerakan Pramuka, dalam hal ini banyak caran dan metode yang dapat dilaksanakan, sesuai dengan tingkat umur dan kemampuan anak didik dan kepercayaan masing-masing.
        Cara atau metode dapaat berlainan, tetapi tujuannya kiranya hanya satu, ialah terciptanya manusia Indonesia yang utuh dan sempurna (Pancasilais).
        Segala macam ketentuan moral/kebaikan yang tersimpan dalamajaran agama (seperti tertera dalam darma-darma yang berikut)seharusnyalah dikembangkan dalam sikap hidup anak didik. Darma-darma itu merupakan bentuk-bentuk perwujudan kongret dari takwanya kepada Tuhan di samping doa, sembahyang, dan bentuk peribadatan lain.
        Sebagai Contoh.
        Sikap cinta dan kasih saying, etia, patuh, adil, jujur, suci,dan lain-lain adalah merupakan pengejawantahan dan perwujudan dari ketakwaan seseorang kepada Tuhan. Sulit untuk mengatakan bahwa sebenarnya tidak jujur orang mengarahkan dia itu takwa kepada Tuhan, tetapi dalamhidupnya dia bertindak dan bersikap membenci, curang, tidak adil, dan sebagainya terhadap sesamanya.
        2. Maka dari itu, dalam prakteknya, mengembangan ketakwaan kepada Tuhan dapat dilaksanakan dalam segala kegiatan kepramukaan mulai dari bermain dampai kepada bekerja sama dan hidup bersama.
        Dalam kegiatan permainan, kita sudah dapat menamkan sifat-sifat jujur, patuh, setia dan tabah.
        Kalau anak sudah dibiasakan bermaian seperti itu, maka dia akan berkembang menjadi pribadi yang baik, berwatak luhur dan berkepribadian.
        Akhirnya, akan berguna bagi sesame manusia, masyarakat, bangsa dan negaranya. Semua ini tiada lain didasarkan pada takwanya kepada Tuhan.
        3. Menuntun anak untuk melaksanakan ibadah,
        4. Menyelenggarakan peringatan-peringatan hari besar agama.
        5. Menghormati orang beragama lain.
        6. Menyelenggarakan cermah keagamaan.
        7. Menghormati orang tua.

        2. Darma kedua: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
        a. Pengertian
        1. Tuhan Yang Mahaesa telah menciptakan seluruh alam semesta yang terdiri dari manusia, binatang, tumbuhan-tumbuhan, dan benda-benda alam.
        Bumi, alam, hewan, dan tumbuh-tumbuhan tersebut diciptakan Allah bagi kesejahteraan manusia.Karena itu, sudah selayaknya pemberian Allah ini dikelola, dimanfaatkan, dan dibangun.
        Sebagai makhluk Tuhan yang lengkap dengan akal budi, rasa, karsa dan karya, serta dengan kelima inderia manusia patut mengetahui makna seluruh ciptaana-NYa.
        Wajar dan pantaslah Pramuka, secara alamiah, melimpahkan cinta kepada alam sekitarnya (benda alam, satwa, dan tumbuh-tumbuhan), kasih sayang kepada sesama manusia dan sesama hidup serta menjaga kelestariannya.
        Kelestarian benda alam, satwa, dan tumbuh-tumbuhan perlu dijaga dan dipelihara kaarena hutan tanah, pantai, fauna, dan flora serta laut merupakan sumber alam yang perlu dikembangan untuk menunjang kehidupan generasi kini dan dipelihara kelestariannya untuk kehidupan generasi mendatang.
        Di samping itu, sebagai Negara kepulauan pemanfaatan wilayah pesisir dan lautan yang sekaligus memelihara kelestarian sumber ala mini dengan menanggulangi pencemaran laut, perawatan hutan, hutan bakau dan hutan payau, serta pengembangan budi daya laut menduduki tempat yang penting pula.

        2. Yang dimaksud dengan cinta dan kasih saying apabila manusia dapat ikut merasakan suka dan derita alam sekitarnya khususnya manusia. Kelompok-kelompok manusia ini merupakan bangsa-bangsa dari Negara yang terdapat di dunia ini. Bila kita ingindan mau mengerti dan bergaul dengan bangsa lain maka rasa kasih sayanglah yang dapat mendekatkan kita dengan siapa pun. Dengan demikian, akan terciptalah perdamaian dan persahabatan antar manusia maupun antar bangsa.
        Khususnya sebagai seorang Pramuka menganggap Pramuka lainnya baik dan Indonesia maupun dari bangsa lain sebagai saudaranya kaarena masing-masing mempunyai satya dan darma sebagai ketntuan moral. Pramuka Indonesia yang bertujuan menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur sudah sepantasnyalah jika ia berusaha meninggalkan watak yang dapat menjauhkan ia dengan ciptaan Tuhan lainnya dengan memiliki sifat-sifat yang penuh rasa cinta dan kasih saying.

        3. Darma ini adalah tuntunan untuk mengamalkan sila kedua dari Pancasila

        b. Pelaksanaan dalam hidup sehari-hari.
        1) Membawa peserta didik kea lam bebas kebun raya agar mengetahui dan mengenal berbagai jenis tumbuhn-tumbuhan, Anjurkanlah kepada meereka memelihara tenaman di rumah masing-masing. Hal ini dapat dijadikan persyaratan untuk mencapai tanda kecakapan khusus.
        2) Begitu pula halnya sikap kita terhadap binatang, perkenalakan peserta didik dengan sifat masing-masing jenis binatang untuk mengetahui manfaatnya. Anjurkan juga memelihara dengan baik binatang yang mereka miliki.

        1.Kasih sayang sesama manusia tidak lepas dari perwujudan kerendahan diri manusia sebagai makhluk terhadap keagungan pencipta-Nya. Ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Mahaesa wajib dihayati sepanjang hidup. Di samping itu, perlu membangun watak utama antara lain, tidak mementingkan diri pribadi, menghargai orang lain meskipun tidak sebangsa dan seagama. Demikian pula, bersaudara dengan Pramuka sedunia.

        2.Siapa pun yang kita kenal dan kita dekaaaaati lambaat-laun akan timbul rasa cinta alam dan kasih saying sesama manusia. Rasa inilah yang dapat menggugah rasa dekat dengan Alkhalik, karena tidak terhalang oleh rasa benci, marah dan sifat-sifat yang tidak terpuji, dengan demikian, kita menyadari keagungan Tuhan Yang Mahaesa.

        3. Darma Ketiga : Patriot yang sopan dan ksatria
        a. Pengertian
        1. Patriot berarti putra tanah air, sebagai seorang warga Negara Reoublik Indonesia, seorang Pramuka adalah putra yang baik, berbakti, setia dan siap siaga membela tanah airnya.
        2. Sopan adalah tingkah laku yang halus dan menghormati orang lain. Orang yang sopan bersikap ramah tamah dan bersahabat bukan pembenci dan selalu disukai orang lain.
        3. Ksatria adalah orang yang gagah berani dan jujur. Ksatria juga mengandung arti kepahlawanan, sifat gagah berani dan jujur. Jadi, kata ksatria mengandung makna keberanian, kejujuran, dan kepahlawanan.
        4. Seorang Pramuka yang mematuhi darma ini, bersma-sama dengan warga Negara yang lain mempunyai satu kata hati dan satu sikap mempertahankan tanah airnya, menjunjung tinggi martabat bangsanya.
        5. Darma ini adlah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila ketiga.

        b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
        1. Membiasakan dan mendorong anggota Pramuka untuk:
        1. menghormati dan memahami serta menghayati lambing Negara, bendera sang Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
        2. mengenal nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sepeerti kekeluaargaan, gotong-royong, rmah tamah, religious, dan lain-lain.
        3. Mencintai bahasa, seni budaya, dan sejarah Indonesia.
        4. Mengerti, menghayaati, mengamalkan dan mengamankan Pancasila.

        2. Mengenal adapt-istiadat suku-suku bangsa di Indonesia.
        3. Mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan diri pribadi. Selalu membantu dan membela yang lemah dan yang benar.
        4. Membiasakan diri berani mengakui kesalah dan membenaarkan yang benar.
        5. Menghormati orng tua, guru dan pemimpin.

        4. Darma keempaat: Patuh dan suka bermusyawarah.

        1. Pengertian
        1.
        1. Patuh berarti setia dan bersedia melakukan sesuaaatu yang sudah disepakati dan ditentukan.
        2. Musyawarah adalah laku utama seorang democrat yang menghormati pendapat orang lain. Orang yang suka bermusyawarah terhindar dari sikap yang otoriter dan semau sendiri. Dalam setiap gerak dan tindakan yang menyangkut orang lain, seorang lain baik dengan orang-orang yang terikat dalam pekerjaan atau dalam bentuk-bentuk organisasi.
        3. Darma adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila keempat.

        2. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
        1.
        1. Membiasakan diri untuk menepati janji, mematuhi peraturan yang ditetapkan di gugusdepan dan mematuhui peraaaaturan di RT/RK, kampung dan desa, sekolah dan peratur perundang-undangan yang berlaku.
        Misalnya, setia mengikuti latihan membayar iuran, menaati peraturan lalu llintas dan lain-lain.
        1.
        1. Belajar mendengar pendapat orang, menghargai gagasan orang lain.
        2. Membiasakan untuk merumuskan kesepakatan dengan memperhaaatikan kepentingan orang banyak
        3. Membiasakan diri untuk bermusyawarah sebelum melaksanakan suatu kegiatan (misalnya akan berkemah, widyawisata dan lain-lain.

        5. Darma kelima: Rela menolong dan tabah
        a. Pengertian
        1. Rela atau ikhlas adalah perbuatan yang dilakukan tanpa memperhitungkan untung dan rugi (tanpa pamrih). Rela menolong berarti melakukan perbuatan baik untuk kepentingan orang lain yang kurang mampu. Dengan maksud, agar orang yang ditolong itu dapat menyelesaikan maksudnya atau kemudian mampu merampungkan masalah seta tantangan yang dihadapi.
        2. Tabah atau ulet adalah suatu sikap jiwa tahan uji. Meskipun seseorang mengetahui bahwa menjalankan tugasnya akan menghadapi kesulitan, tetapi ia tidak mundur dan tidak ragu.
        3. Darma ini adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila sila kelima.

        b. Pelaksanaan dalam Hidup sehari-hari
        1. Membiasakan diri cepat menolong kecelakaan tanpa diminta
        2. Membantu menyeberang jalan untuk orang tua, wanita.
        3. Memberi tempat di tempat umum kepada orang tua dan wanita.
        4. Membiasakan secara bertahap untuk mengatasi masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari di rumah, dan dimasyarakat..

        6. Darma keenam : Rajin, terampil, dan gembira
        a. Pengertian
        1. Rajin
        Manusia dibedakan dengan makhluk hidup yang lain kaarena ia diciptakan mempunyai akal budi. Dengan demikian harus mengmbangkan diri dengan membaca, menulis, dan belajar, Dengan perkataan lain, ia menjalani proses kodrati dalam mendidik diri.
        Lebih-lebih lagi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah melejit demikian cepat, maka menjadi kewajiban kita semua untuk mendorong anak didik (juga orang dewasa) untuk selalu rajin belajar, selalu berusaha dengan tekun, senantiasa tetap mengembangkan dirinya, dan selalu tertib melaksanakan tugas.
        2. Terampil
        Setiap manusia haarus beeerupaya untuk dapat berdiri di atas kaki sendiri. Untuk hal itu, yang menjadi syarat utama adalah keahlian dan keterampilan serta dapat mengerjakan suatu tugas dengan cepat dan tepat dengan hasil yang baik.
        3. Gembira
        Manusia itu hidup dan menghidupi dengan mencari jalan bagaimana hidup yang baik. Untuk itu ia harus bekerja mencari nafkah, dan bersama-sama dengan orang lain ia bekerja sama.
        Banyak kesulitan, rintangan, dan hambatan yang dihadapi. Dan tantangan ini akan diatasi dengan dorongan motivasi yang kuat. Suatu upaya untuk mendapat motivasi ini adalah manusia harus dapat berfikir cerah, berjiwa tenang, dan seimbang.
        Hal ini dapat dicapai bila manusia selalu mencari hal-hal yang positip dan optimistis.
        Sikap ppositip, optimis ini diperoleh dengan laku yang riang sehingga menimbulkan suasana gembira. Kegembiraan adalah perasaan senang dan bangga yang menimbulkan kegiatan dan bahkan rasa keberanian.
        4. Rajin, terampil, dan gembira perlu selalu diterapkan dalam setiap usaha dan kegiatan.

        b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-haari
        1) Rajin
        1.Biasakan membaca buku yang baik.
        2.Biasakan untuk membuaat karya tulis.
        3.Selenggarakan diskusi-diskusi untuk belajar; mengolah pikiran, mengemukakan pendapat.
        4.Tentukan jadwal harian yang tetap untuk belajar.
        Belajar selama dua jam sehari adalah layak.
        5.Atur kegiatan dengan menyesuaikan dengan kegiatan di sekolah, di rumah dan Gerakan Pramuka.
        6.Membiasakan untuk menyusun jadwal kegiatan sehari-hari.

        2) Bekerja
        1. Jelaskan bahwa dibalik kesulitan, kegagalan, dan kekewaan selalu terdapat hal-hal yang baik dan berguna.
        2. Biasakan bekerja menurut manfaat dan disesuaikan dengan kemampuan.
        3. Jangan terlula cepat menegur, mengkertik atau menyalahkan orang lain.
        4. Hargai dan atonjolkan suatu prestasi kerja.
        5. Berikan beban dan tugas yang terus berkembang.
        6. Berusaha untuk bekerja dengan rencana.
        7. Bergembiralah dalam tiap usaha.
        8. Selesaikan setiap tugas pekerja, jangan tunda sampai esok hari.

        3) Terampil
        1. Pilihlah suatu jenis kemahiran dan keahlian yang sesuai dengan bakat.
        2. Latih terus-menerus.
        3. Jangan cepat puas setelah selesai mengerjakan sesuatu.
        4. Mintalah tuntunan dari orang yang lebih berpengalaman.
        5. Jangan menolak tugas pekeerjaan apa pun yang diberikan pada Saudara.
        Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan yang ada.

        7. Darma ketujuh: Hermat, cermat, dan bersahaja
        a. Pengertian
        1) Hemat
        1. Hemat bukan beraaati “kikir” tetapi lebih terarah kepada dapatnya seorang Pramuka melakukan dan mengunakan suatu secara tepat menurut kegunaannya.
        2. Secara rohaniah, dapat berarti suatu usaha memerangi hawa nad\fsu manusia dari keinginan berlebihan yang merugikan diri sendiri dan orang lain; (uang, mendisiplinkan diri sendiri).
        Menghemat bukan berarti a social tapi untuk lebih memungkinkan dalam memberi kemungkinan usaha social ke pihak lain, (luang, tenaga, waktu dan sebagainya) yang lebih menguntungkan.
        3. Secara material, dapat berarti memanfaaatkan sesua(materi) menurut keperluan sehingga usaha tidak berguna dapat dibendung sehingga dapat berguna bagi dia sendiri dan ornag lain.

        2) Cermat
        Cermat lebih berarti “ teliti” sikap lakku seorang Pramuka harus senantiasa teliti baik terhadap dirinya sendiri (introspeksi) maupun yang datangnya dari laur dirinya sehingga ia senantiasa waspada.
        Hal ini dapat dilakukan melalui proses berfikir, mengitung, dan mempertimbangkan segala sesuatu, untuk berbuat. Seorang Pramuka harus cerdas, terampil agar ia senantiasa terhindar dari kekeliruan dan kesalahan.
        Ia harus berusaha untuk berbuat sesuatu dengan terencana dan yang bermanfaat.

        3) Bersahaja
        Hal ini lebih berarti, sederhana kesederhanaan yang wajar dan tidak berlebih-lebihan sehingga dapat memberi kemungkinan penggambaran jiwa untuk (penampilan diri) dan menimbulkan kemampuan untuk hidup dengan apa yang didapat secaara halal tanpa merugikan diri sendiri dan ornag lain. Ia harus dapat menyerasikan antara keinginkan dan kemampuan, Bersahaja juga dapat berarti keberanian untuk menyatakan sesuatu yang sebenarnya.

        b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
        1.
        1. Menggunakan waktu dengan tepat ke sekolah, tidur, makan, latihan dan sebagainya.
        2. Tidak ceroboh.
        3. Bertindak dengan teliti pada waktu yang tepat agar ia tidak dirusakkan oleh keinginan jahat dari luar.
        4. Sadar akan dirinya sebagai suatu pribadi.
        5. Berpakaian yang sederhana tanpa perhiasan yang berlebihan-lebihan
        6. Meneliti sahulu sebellllum berbuat sesuaatu agar terjadi ketepatan di dalam pelaksanaannya.
        7. Penggunaan listrik (siang hari dimatikan).
        8. Pengguna air tidak terbuang percuma.
        9. Memeriksa pekerjaan sebellllum diserahkan kepada Pembina.
        10. Menggunakan uang jajaan dengan hemat.
        11. Membiasakan anak belanja kewarung dan pasar dengan teratur.
        12. Memberi anak tanggung jawab untuk tugs di rumah dan lain=lain.
        13. Membiasakan untuk menabung
        14. Bekerja berdasarkan manfaat dan rencana
        .
        8. Darma kedelapan: Disiplin, berani dan Setia
        a. Pengertian
        1. Disiplin dalam pengertian yang luas berarti paaaaaatuh dan mengikuti pemimpin dan atau ketentuan dan peraturan.
        2. Dalam pengertian yang lebih khusus, disiplin berti mengekang dan mengendalikan diri.
        3. Berani adalah suatu sikap mental untuk bersedia menghadapi dan mengatasi suatu masalah dan tantangan.
        4. Setia berarti tetap pada suatu pendirian dan ketentuan.
        5. Dengan demikian, maka berdisiplin tidak secara membabi buta melaksanakan perintah, ketnetuan dan peraturan, sebagai manusia ciptaan Tuhan, seseorang harus berani berbuaaaat berdasarkan pertimbangan dan nilai yang lebih tinggi.
        b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-haaaari
        1. Berusaha untuk mengendalikan dan mengaaaatur diri (self disiplin).
        2. Mentaati peraaturan.
        3. Menjalani ajaran dari ibadah agama,
        4. Belajaaar untuk menilai kenyataan, bukti dan kebenaran suatu keterangan (informasi).
        5. Patuh dengan pertimbangan dan keyakinan.


        9. Darma kesembilan: Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
        a. Pengertian dan Pelaksanaan dalan Hidup sehari-hari.
        1.Yang dimaksud dengan bertanggungjawab ialah:
        Pramuka itu bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diperbuat baik atas perinnntah maupun tidak, terutama secara pribadi bertanggungjawab terhadap Negara, bangsa, masyarakat dan keluarga misalnya :
        1. Segala sesuatu yng diperintahkan kepadanya, harus dilakukan dengan penuh rasa tanggungjawab.
        2. Segala sesuatu yang dilakukan atas kehendak sendiri dilakukan dengan penuh rasa tanggungjawab.
        3. Pramuka harus berani bertanggungjawab atas suatu tindakan yang diambil, di luar perintah yang diberikan kepadanya karena perintah tersebut tidak dapat atau sulit dilaksanakannya,
        4. Seorang Pramuka tidak akan mengelakkan suaatu tanggungjawab dengan suatu alasan yang dicari-cari,
        Tujuannya adalah mendidik dan memasukkan suaaatu tanggungjawab yang besar kepadanya.
        2. Yang dimaksud dengan dapat dipercaya ialah: Pramuka itu dapat dipercaya, baik perkataannya maupun perbuatannya.
        Misalnya:
        1. Dapat dipercaya itu berarti juga jujur, yaitu jujur terhadap diri sendiri, terhadap anak didik dan terhadap orang lai n terutama yang menyangkut uang, materi dan lain-lain.
        2. Pramuka dapat dipercaya atas kata-katannya, perbuatannya dan lain sebagainya, apa yang dikatakannya tidaklah suaaatu karangan yang dibuat-buat.
        3. Apabila ia ditugaskan untuk melaksanakan sesuatu, maka ia dapat dipercaya bahwa ia pasti akan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.
        4. Dalam kehidupan sehari-hari dimana dan kapan pun juga Pramuka dapat dipercaya bahwa ia tidak akan berbuat sesuatu yang tidak baik, meskipun tidak ada orang yang tahu atau yang mengawasinya.
        5. Selalu menepati waktu yang sudah ditentukan,
        Tujuan adalah mendidik Pramuka menjadi oarnag yang jujur dan yang dapat dipercaya akan segalati ngkah lakunya.

        10. Darma kesepuluh : Suci dalam pikiran Perkataan dan perbuatan
        a. Pengertian
        1. Seorang Pramuka dikatakan matang jiwanya, bila Pramuka itu dalam setiap tingkah lakunya sudah mengambarkan laku yang suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
        2. Suci dalam pikiran berate bahwa Pramuka tersebut selalu melihat dan memikirkan sesuatu itu pada segi baiknya atau ada hikmahnya dan tidak terlintas sama sekali pemikiran ke arah yang tidak baik.
        3. Suci dalam perkataan setiap apa yang telah dikatakan itu benar, jujur seerta dapat dipercaya dengan tidak menyinggung perasaan oeng lain.
        4. Suci dalam peerbuatan sebagai akibat dari pikiran dan perkataan yang suci, maka Pramuka itu harus sanggup dan mampu berbuat yang baik dan benar untuk kepentingan Negara, bangsa, agama dan keluarga.
        5. Dengan selalu melakukan pikiran, perkataan dan perbuatan yang suci akan menimbulkan pengertian dan kesadaran menurut siratan jiwa Pramuka sehingga Pramuka itu memukan dirinya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka Antaranya: “…. Menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, tinggi metal-moral budi pekerati dan kuat keyakinan beragamanya…”
        b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
        1. Seorang Pramuka selalu menyumbangkan pikirannya yang baik, tidak berprasangka, dan tidak boleh mempunyai sikap-sikap yang teercela dan selalu menghargai pemikiran-pemikiran orang lain. Sehingga timbul salaing haarga menghargai sesame manusia dalam kehidupannya sehari-hari.
        2. Seorang Pramuka akan selalu berhati-hati dan berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan diri aterhadap ucapannya, dan menjauhkan diri dari perkataan-perkataan yang tidak pantas dan menimbulkan ketidak percaayaan orang lain.
        3. Seorang Pramuka akan menjadi contoh pribadi dalam segala tingkah lakunya dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang jelek yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.
        4. Setiap Pramuka mempunyai pegangan hidup yaitu agama, jelas di sini bahwa Pramuka itu beragama bukan hanya dalam pikiran dan perkataan belaka, tetapi keberagamaan Pramuka tercermin pula dalam perbuatan yang nyata.
        5. Usaha agar Pramuka itu satu dalam kata dan perbuatannya.

TEKNIK PELAKSANAAN MUGUS DAN MUSAM


TEKNIK PELAKSANAAN MUGUS DAN MUSAM
A. MUSYAWARAH GUGUS DEPAN
Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugus depan Luar Biasa
Di dalam setiap gugusdepan Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Gugusdepan.
Musyawarah Gugusdepan diadakan tiga tahun sekali.
Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak, maka di antara dua waktu Musyawarah Gugus depan dapat diadakan Musyawarah Gugus depan Luar Biasa.
Musyawarah Gugus depan dan Musyawarah Gugus depan Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah orang yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugus depan.
Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diatur sebagai berikut:
Musyawarah Gugus depan Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Pembina Gugus depan atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah orang yang berhak menghadiri Musyawarah Gugus depan Luar Biasa, yang harus diajukan secara tertulis kepada Pembina Gugus depan dengan disertai alasan yang jelas.
Selambatnya satu bulan setelah usul tertulis diterima maka Pembina Gugus depan wajib mengadakan Musyawarah Gugus depan Luar Biasa.
Peserta Musyawarah Gugus depan dan Musyawarah Gugus depan Luar Biasa
Peserta Musyawarah Gugus depan dan Musyawarah Gugus depan Luar Biasa terdiri atas para Pembina Pramuka, para Pembantu Pembina Pramuka, perwakilan Dewan Ambalan, perwakilan Dewan Racana dan perwakilan Majelis Pembimbing Gugus depan.
Pada Musyawarah Gugus depan dan Musyawarah Gugus depan Luar Biasa setiap peserta yang hadir berhak satu suara.
Acara Musyawarah Gugusdepan
Acara pokok Musyawarah Gugus depan adalah:
Pertanggungjawaban Pembina Gugus depan selama masa bakti termasuk pertanggungjawaban keuangan.
Menetapkan rencana kerja gugus depan untuk masa bakti berikutnya.
Memilih Ketua Gugus depan untuk masa bakti berikutnya.
Pelantikan Ketua Gugus depan terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Gugus depan.
Acara pertanggungjawaban gugus depan termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain.
Pertanggungjawaban keuangan gugus depan selama masa baktinya, yang dibuat oleh Pembina Gugus depan dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan, sebelum diajukan kepada Musyawarah Gugus depan harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gugus depan.
Pemilihan Ketua Gugus depan
Musyawarah Gugus depan menetapkan Ketua Gugus depan untuk masa bakti berikutnya.
Selambat-lambatnya tiga minggu sebelum Musyawarah Gugus depan, Ketua Gugus depan menyampaikan nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Gugus depan kepada semua yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugus depan.
Ketua Gugus depan yang lama dapat dipilih kembali.
Ketua Gugus depan lama, sejak selesainya Musyawarah Gugus depan sampai dilantiknya Ketua Gugus depan baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin.
Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Gugus depan atau
Musyawarah Gugus depan Luar Biasa
Usul peserta harus diajukan secara tertulis kepada Pembina Gugus depan selambat-lambatnya satu bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Gugus depan atau Musyawarah Gugus depan Luar Biasa.
Selambat-lambatnya dua minggu sebelum Musyawarah Gugus depan atau Musyawarah Gugus depan Luar Biasa dilaksanakan, Pembina Gugus depan harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Gugus depan dan menyampaikan kepada semua orang yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugus depan.
Usul dan bahan Musyawarah Gugus depan Luar Biasa diatur oleh Pembina Gugus depan
Pimpinan Musyawarah Gugus depan
Musyawarah Gugus depan dan Musyawarah Gugus depan Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Gugus depan.
Pengambilan Keputusan Musyawarah Gugusdepan
Keputusan Musyawarah Gugus depan dan Musyawarah Gugus depan Luar Biasa dicapai atas dasar Musyawarah untuk mufakat.
Jika tidak dicapai mufakat:
Musyawarah Gugus depan dan Musyawarah Gugus depan Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara.
Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir.
Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu, pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia.
Keputusan Musyawarah Gugus depan dan Musyawarah Gugus depan Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, Keputusan Musyawarah Nasional, Daerah, Cabang, Ranting dan Keputusan Kwartir Nasional, Daerah, Cabang, Ranting
B. MUSYAWARAH AMBALAN
Guna menyalurkan aspirasi peserta didik dan untuk menampung kehendak para penegak, diadakan musyawarah Ambalan yang dilaksanakan tiap satu tahun sekali.
Musyawarah Ambalan dihadiri oleh seluruh anggota Ambalan yang telah dilantik, serta pembina yang bertindak sebagai konsultan. Dalam Musyawarah Ambalan ini para tamu ambalan serta calon penegak tidak mempunyai hak suara. Akan tetapi jika dikehendaki oleh seluruh warga ambalan guna menampung aspirasi mereka para tamu ambalan dan calon penegak dapat diberi hak suara.
Acara pokok dari musyawarah Ambalan adalah :
a. Menentukan sasaran program kegiatan selama masa bhakti satu tahun berikutnya / dan membahasa kegiatan satu tahun yang lalu
b. Menetapkan adat/ tradisi ambalan yang bersangkutan
c. Memilih Badan Pengurus harian Dewan Ambalan untuk masa bhakti satu tahun
Minimal 6 bulan sekali Dewan Ambalan juga bermusyawarah untuk menjabarkan rencana kerja yang ada dalam Program Kerja yang ditetapkan oleh Musyawarahg Ambalan, sekaligus juga membahas kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Dalam keadaan yang bersifat khusus ambalan dapat juga mengadakan musyawarah darurat.
C. TEKNIK PELAKSANAAN MUGUS DAN MUSAM
Pada dasarnya teknik pelaksanakan Musyawarah Gugus Depan dengan Musyawarah Ambalan tidaklah jauh berbeda, yang membedakan ada peserta musyawarah tersebut.
Pembentukan Panitia
Untuk menyusun / membentuk suatu kepanitiaan dalam hal ini musyawarah Gugus depan/Ambalan maka terlebih dahulu diadakan rapat penyusunan panitia. Dalam pertemuan ini juga dibahas penentuan hari, tanggal serta tempat pelasanaan MUGUS / MUSAM dan akomodasinya.
a. Contoh Susunan Panita MUGUS / MUSAM
- Ketua
- Wakil Ketua
- Sekretaris
- Bendahara
- Seksi-seksi : Sie Humas, Peralatan, Konsumsi. Dll.
b. Contoh biaya persiapan :
- Administrasi Rp. 50.000
- Dokumentasi Rp. 20.000
- Dekorasi Rp. 50.000
- Konsumsi Rp.500.000
Pembuatan Surat Undangan
Pembuatan Surat Undangan harus sudah dilaksanakan atau dipersiapkan 1 bulan sebelum pelaksanaan MUSAM di mulai. Adapun yang harus diundang antara lain Kepala Sekolah sebagai Mabigus, Ketua Gugus Depan, Dewan Pembina Gugus Depan, seluruh anggota DKA serta Calon Penegak Bantara serta undangan ( Kwartir Ranting, Dewan Kerja Ranting dan, Dewan Kehormatan )
Penyebaran Surat Undangan
Penyebaran Surat Undangan dilaksanakan sekurang-kurangnya 3 atau 6 hari sebelum pelaksanaan Musyawarah Ambalan, yang penyebaran suratnya diatur oleh Ketua dan dilaksanakan oleh seksi Hubungan Masyarakat ( HUMAS )
Persiapan Tempat
Biasanya tenpat sudah dipersiapkan sehari sebelum pelaksanaan
Pelaksanaan MUGUS / MUSAM
Dalam pelaksanaan MUGUS / MUSAM ada beberapa mata acara yang harus dilaksanakan diantaranya :
Pembukaan
Pembacaan Ayat Suci Al Quran
Lagu Indonesia Raya
Lagu Hymne Pramuka
Sambutan-Sambutan
Mabigus
Dewan Pembina
Acara Pokok
Laporan Pertanggung jawaban Program Kerja Dewan Ambalan Periode sebelumnya
Pengesahan Laporan Pertanggung Jawaban oleh Peserta Musyawarah Ambalan dan disyahkan oleh Pimpinan Musyawarah, dan mendemisionerkan Dewan Ambalan Lama
Pembentukan Dewan Ambalan Baru yang disyahkan oleh Mabigus
Serah Terima Kepengurusan dari Dewan Ambalan Lama kepada Dewan Ambalan Baru
Penyusunan Program Kerja Dewan Ambalan Baru
Pengesahan Program Kerja
Kesan dan Pesan
Pembina Pramuka
DA Lama
DA BAru
Menyanyikan Lagu Syukur dan dilanjutkan Lagu Indonesia Raya
Doa Penutup
Lain-Lain
D. DEMONSTRASI MUSYAWARAH
1. Umum
Untuk memberi bekal pengetahuan dan pengalaman tentang penyelenggaraan Musyawarah yang harus dilaksanakan setiap tahun, perlu diberikan contoh peragaan pelaksanaan musyawarah secara praktis
2. Acara Pokok Musyawarah
Laporan Pertanggung jawaban kerja selama masa bhakti yang berlaku
Rancangan Program Kerja untuk tahun berikutnya
Pemilihan Ketua Gudep, pembina Gudep ( Untuk MUGUS ) Pemilihan Pradana dan pengurusnya ( Untuk MUSAM )
3. Peserta Musyawarah
a. MUGUS
Ketua Gudep sebagai pimpinan sidang
Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina
Majelis Pembimbing Gudep ( Mabigus )
Anggota Dewan Ambalan
b. MUSAM
Ketua Dewan Ambalan sebagai Pimpinan Sidang
Ketua Gugus Depan
Pembina dan Pembantu Pembina
Pramuka Penegak
Undangan lainnya
4. Hak Suara dan Pengambilan Putusan
a. Tiap Peserta musyawarah berhak atas satu suara
b. Putusan musyawarah diusahakan dicapai atas dasar musyawarah dan mufakat tanpa ada unsur paksaan
c. Putusan Musyawarah di gugus depan tidak boleh bertentangan dengan AD / ART Gerakan Pramuka
5. Demonstrasi
a. Musyawarah ini hendaknya diragakan seperti pelaksanaan sesungguhnya
b. Pesereta diikutsertakan secara aktif, dengan diberi peran sebagai peserta Musyawarah
c. Tempat duduk dan acara disusun sedemikian rupa sehingga tampak jelas unsur-unsur peserta dan bagian-bagian dari acara
d. Selesai demonstrasi diadakan kesempatan tanya jawab.
Diposkan oleh dedi di 20:11

AMBALAN PENEGAK


:: AMBALAN PENEGAK ::

Ambalan Penegak beranggotakan paling banyak 40 orang.

Ambalan Penegak terbagi dalam satuan kecil yang disebut Sangga, masing-masing terdiri dari 4 - 8 orang.

Setiap Sangga dapat menggunakan Nama sesuai dengan aspirasi mereka, seperti ; Sangga Perintis, Sangga Penegas, Sangga Pendobrak, Sangga Pencoba, dan Sangga Pelaksana.

Masing-masing Sangga memilih seorang pemimpin Sangga, dan selanjutnya Pemimpin Sangga terpilih diberi kepercayaan untuk menunjuk wakil Pemimpin Sangga.

Para Pemimpin Sangga bermusyawarah untuk memilih salah seorang diantara mereka sebagai Pemimpin Sangga Utama, yang disebut PRADANA. Pradana memimpin Ambalan Penegak dan tetap merangkap jabatan sebagai pemimpin Sangga di Sangganya.

:: Dewan Ambalan ::

Dewan Ambalan diketuai oleh Pradana.
Anggota Dewan Ambalan dipilih dari para Pemimpin dan Wakil Pemimpin Sangga, dengan susunan sebagai berikut :

seorang Ketua ( Pradana )
seorang Wakil Ketua
seorang Sekretaris ( Kerani )
seorang Bendahara ( Juru Uang )
beberapa anggota sesuai dengan kepentingannya (jika dianggap perlu )

Dewan Ambalan mempunyai masa bakti sama dengan masa bakti gugusdepan.
Dewan Ambalan berkewajiban mengadakan Musyawarah sedikitnya enam bulan sekali.
Dewan Ambalan bertugas untuk merencanakan, melaksanakan dan menilai kegiatan Ambalan dengan selalu berkonsultasi dengan Pembina Ambalan.

:: Dewan Kehormatan ::

Dewan Kehormatan diketuai oleh Pradana.
Susunan Dewan Kehormatan, terdiri dari :

Ketua Dewan Kehormatan
Wakil Ketua
Sekretaris


Dewan Kehormatan bertugas untuk membahas dan memutuskan tentang :

peristiwa yang menyangkut kehormatan Pramuka Penegak
pelantikan, perghargaan atas jasa
pelanggaran terhadap Kode Kehormatan Pramuka

:: Pemangku Adat ::

Pemangku Adat adalah seorang atau beberapa orang yang dipilih Dewan Ambalan dengan tugas melestarikan Adat Ambalan

Setiap Ambalan Penegak memiliki Sandi Ambalan dan Adat Ambalan, yang disusun, disepakati dan di taati oleh anggota Ambalan itu sendiri.

Adat Ambalan harus mampu mendorong para Pramuka untuk berdisiplin, patuh dan mengarah kepada hidup bermasyarakat dan maju.

Sandi dan Adat Ambalan merupakan gambaran watak dan pedoman tingkah laku anggota Ambalan, sehingga tampak ciri khas kehidupan para Pramuka Penegak Ambalan tersebut.

SANDI AMBALAN


SANDI AMBALAN ORANG KAYO PINGAI

DISANALAH IA BERDIRI
SOPAN, DIAM, DAN TENTRAM LURUS DAN TEGAK !
WAJAH BERSERI – SERI MATA BERBINAR – BINAR
MEMANCARKAN KASIH SAYANG

TIADA GOYA OLEH BADAI COBAAN
BAGAI KELAPA YANG TINGGI MELAMBAI
AKARNYA YANG TERHUJAM DALAM KEYAKINAN
PUCUKNYA MENJULANG DALAM CITA – CITA

BIARPUN KARANG MENJULANG
BIARPUN JURANG MENGHADANG
BUKAN SUATU PENGHADANG
WUJUDKAN KARYAMU DEMI BANGSAMU
TEKADKAN UNTUK MENGABDI MASYARAKAT
IBU PERTIWI MENANTI KARYAMU

WAHAI PEMUDA BANGSA
DETAK – DETAK JANTUNG DIANTARA
DETIK – DETIK WAKTU YANG BERGULIR
ADALAH SEBENAR – BENAR KEHIDUPAN
SEKALI BERHENTI BERARTI MATI

DAN KEHIDUPAN ITU ADALAH PERJUANGAN
YANG BUTUH USAHA TERIRING DO’A
SEMUA ITU PERLU PENGORBANAN
WALAU TERASA PAHIT ADANYA

SATUKAN JIWA DAN RAGAMU
JANGAN MENDUA TETAPKAN PENDIRIANMU
JANGAN MUNDUR WALAU SELANGKAH
KARENA ITU ADALAH PANTANGAN

HIDUPKAN KHAYALMU
TAPI…..
JANGAN HIDUP DALAM KHAYALAN

SEKALI MELANGGAR SEUMUR HIDUP AKAN MENYESAL
LEBIH BAIK MATI DENGAN TERHORMAT
DARIPADA HIDUP DENGAN NISTA
SEKALI HATI TERPAUT MATA TERTAUT
ADALAH BERARTI KEABADIAN

TEGUH KUKUH BERLAPIS BAJA
BERANTAI SEMANGAT MENGIKAT PADU
MENUJU TAQWA……..
IKHLAS………
BAKTI UNTUK KEJAYAAN BANGSA
KEPADA PUTRA – PUTRA BANGSA
ITULAH KEHENDAK AMBALAN KITA



SANDI AMBALAN ( PUTRI AYU )


DISANALAH IA BERDIRI
SENYUM BIBIR, TEGAS TERUKIR
PENGHIAS WAJAH YANG SEGAR
RIANG GEMBIRA…….
KUAT DISEGALA SUKAR…….
TAKKAN LEKANG KARENA PANAS
TAKKAN LAPUK KARENA HUJAN

SUCI HATI DAN LISAN CINTA PERSAUDARAAN
BERMUSUH PERTIKAIAN

SUCI DALAM PIKIRAN PERKATAAN DAN PERBUATAN
JANJI KEBIASAAN
DALAM MENJAGA HARKAT DAN MARTABAT
SEBAGAI INSAN YANG SETIA

BERTANGGUNG JAWAB DAN BIJAK
BERHATI – HATI DALAM BERTINDAK
HORMAT KEPADA YANG TUA
KASIH KEPADA YANG MUDA
BUKTI BAKTI KEPADA MASYARAKAT DAN BANGSA

WAHAI PEMUDI BANGSA…………..
KEHORMATAN ITU SUCI
JANGAN KURANG AMALMU DALAM KESUKARAN
TENAGNLAH DALAM SUKA
SENANGLAH DALAM SUKA
KATAKAN;LAH SELALU YANG SEBENARNYA
JANGANLAH BERKATA SETENGAH BENAR
ATAU YANG BERARTI SALAH

LETAKKAN NAMA TUHAN MU DI UJUNG LIDAH MU
DAN JADIKANLAH KEINDAHAN BIBIRMU
SEBAGAI LAMBANG KEJUJURAN
MANIS JANGN SEGERA DITELAN
PAGHIT JANGAN SEGERA DIMUNTAHKAN

JANGAN MENGHINA SESAMA HIDUP
KARENA KITA BUKAN PENCIPTA HIDUP
HARAGAILAH DAN PERGUNAKAN LAH
SEGALA SESUATU YANG KITA TERIMA DARI TUHAN

ITULAH KEHENDAK AMBALAN KITA .

KEGIATAN TPT 2009

FHOTO PERPISAHN TPT

Berdiri dari kiri kekanan :
Okky Isnaini, Arlan dahri, Usman, Kak Eko, Novi, M.syarif,Norma, Santi, Herni, Fitriani.

Jongkok dari kiri kekakan :
Rahmat ( pongki ), Musdalifah , Iwan.

PAMER HADIAH HEHHE

Senengnya dapat  hadiah . ...................
Ini adalah salah satu piala /Tropi kemengan adik adik didik pada perlombaan (Lomba Pidato Bahasa Inggris) pada TPT tahun 2009 di Sabak Barat dan Alhamdullilah dapa juara 2 ( dua ) .

Teruskan Perjuangan Kalian adik - adikku . kakak akan terus mendukung mu bersemangatlah demi mencapai cita - citamu .


KEMBAR TAPI BEDA 
Nih slah satu adik didikku yang baik hati .ha ha ha ha tapi sering nyebelin


HANGKING TPT 2009 

DUH KEREN KEREN SEKALI ANAK ANAK PENERUS BANGSA.
TAPI SAYANG BAUK BADAN SEMUA
HAHAHAHAHAH KWKWKWKWKW

Social Icons

Featured Posts

Visitors